-->

Makam Kuno Gamong Lueng Bimba

Makam Kuno Gamong Lueng Bimba
Situs makam kuno Lueng Bimba terletak di gampong Lueng Bimba Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Situs ini terletak pada koordinat 05' 15'06,7" ˚LU - 096' 16'27,0" ˚BT dan berada pada ketinggian 5 mdp. Masyarakat Lokal sendiri mengenal situs ini dengan komplek makam "Teungku Kumuneng". Beliau dipercaya sebagai seorang ulama di kawasan ini pada masa lampau. Namun, berdasarkan temuan batu nisan plang-pling tersebut, situs ini adalah situs tertua yang ditemukan di Pidie Jaya. Batu nisan tersebut kerap di asosiasikan dengan kawasan Lamuri di situs Lamreh - Aceh Besar yang merupakan wilayah independen di Aceh pada awal abad ke-16 Masehi. Hal ini diperkuat dengan penemuan ratusan batu nisan yang motifnya sama persis diantara kedua situs tersebut. Keberadaan batu nisan ini memiliki nilai yang sangat penting dalam merekonstruksi ulang sejarah Pidie Jaya sejak 600 tahun yang lalu dan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang sejarah perkembangan Islam dan kebudayaan masyarakat Pidie Jaya sejak awal abad ke-15 Masehi.

30 Agustus 2025

PROGRAM MAKAN GRATIS PRABOWO-GIBRAN (Setelah Dilaksanakan, Sepertinya Kurang Tepat/Tidak Tepat)

Tidak ada komentar :

Tak sengaja nemu tulisan seorang GURU, begini isinya:


Selamat pagi, Pak Prabowo, saya bicara atas nama pribadi.


Kabarnya MBG merekrut 290.000 tenaga kerja. Dana diambil 44% dari alokasi dana pendidikan bersumber dari 20% APBN. Dulu kabarnya bernama MAKAN SIANG GRATIS, menjadi MAKAN BERGIZI. Saya tamau sebut "GRATIS" pak, karna makanan itu dari dana pendidikan, sejatinya bisa meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru, maupun pemenuhan kebutuhan pendidikan. 


Pak, dari sekian banyak tenaga kerja yg bapak angkat, kami, para guru menjadi budak dalam program ini. 

Kok bisa? Ya bisa. 

Kami bertugas membagikan makanan ini, mengumpulkan kembali, menghitung, dana dari mengembalikan rantang pada pemasok. Kami TIDAK DIBAYAR, sementara jika ada *rantang hilang kami WAJIB GANTI. Belum lagi ulah sebagian kepala daerah yang mengeluarkan pernyataan bahwa guru harus mencicipi MBG tersebut sebelum diserahkan kepasa siswa. Jadi kami guru ini dijadikan apa??? Tumbal racunnya?? atau tikus labor?

 kalau mati tinggal buang ke tong sampah.


Mohon sangat, kaji kembali program ini. Perbaiki saja ekonomi negara ini, sejahterakan masyarakat, maka makan harian anak-anak mreka terpenuhi, tak perlu bapak yang menyediakan. Saya khawatir nasinya, lauk pauk nyangkut di kantong rekanan bapak.


tambahan info, pak. Anak-anak banyak tida suka makanan yg bapak suguhkan, tak bercabai, tak berasa bumbu, dan tida enak. Bertambah lagi kerja kami membujuk anak-anak agar mau makan, dengan kilah dan rayu.

Trima kasih, Bapak.


Andrimar, S.Pd., M.Pd., CPS.

Guru SMPN 1 Rambah

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih Komentarnya