19 Agustus 2026
PUTRA LUENG BIMBA PULANG KAMPUNG
klik untuk baca: https://harianrakyataceh.com/news/brigjen-pol-dr-dedy-tabrani-pulang-kampung-disambut-hangat-keluarga-besar-di-lueng-bimba/index.html
Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani Pulang Kampung, Disambut Hangat Keluarga Besar di Lueng Bimba
Meureudu - Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Gampong Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (19/8/2026). Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si. pulang ke kampung halaman keluarga dan bersilaturahmi dengan keluarga besar serta masyarakat setempat.
Gampong Lueng Bimba memiliki ikatan emosional tersendiri bagi Brigjen Dedy Tabrani. Kampung tersebut merupakan kampung asal kakeknya dari garis keluarga sang ibu. Kepulangannya kali ini menjadi momentum penuh haru karena dapat kembali bertemu dan berkumpul bersama keluarga besar di tanah asal leluhurnya.
Kedatangan Brigjen Dedy disambut hangat oleh keluarga, perangkat gampong, tokoh masyarakat, dan warga. Sebagai bentuk penghormatan serta rasa syukur, Brigjen Dedy juga menjalani prosesi peusijuek yang dilakukan oleh tokoh masyarakat Gampong Lueng Bimba.
Dalam suasana yang sederhana dan penuh keakraban, Brigjen Dedy terlihat berbaur dan berbincang hangat bersama keluarga serta masyarakat. Tidak terlihat jarak antara sang jenderal dengan masyarakat kampung. Pertemuan tersebut menjadi momen silaturahmi yang mengharukan sekaligus membanggakan bagi keluarga besar di Lueng Bimba.
Dalam kunjungan tersebut, Brigjen Dedy turut didampingi Ir. Razali AR.
Keuchik Gampong Lueng Bimba, Iksan, menyampaikan rasa bahagia dan bangga atas kepulangan Brigjen Dedy Tabrani ke kampung keluarga besarnya.
«“Kami sebagai masyarakat Gampong Lueng Bimba sangat senang dan bangga atas kepulangan Bapak Brigjen Dedy Tabrani ke Lueng Bimba. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga dan masyarakat. Semoga ke depan beliau dapat kembali bersilaturahmi dan tetap menjaga hubungan kekeluargaan dengan masyarakat di kampung ini,” ujar Iksan.»
Kunjungan tersebut bukan sekadar kepulangan seorang jenderal ke kampung keluarga, tetapi juga menjadi momentum untuk merawat akar kekeluargaan, mempererat silaturahmi, dan mengenang tanah asal leluhur.
Bagi keluarga besar dan masyarakat Lueng Bimba, kehadiran Brigjen Dedy Tabrani menjadi kebanggaan sekaligus pengingat bahwa sejauh apa pun seseorang melangkah dalam pengabdian dan karier, hubungan dengan keluarga serta kampung halaman tetap menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan.
“Pulang ke akar keluarga, merawat silaturahmi dan kebersamaan.”
SUMBER:
https://harianrakyataceh.com/news/brigjen-pol-dr-dedy-tabrani-pulang-kampung-disambut-hangat-keluarga-besar-di-lueng-bimba/index.html
24 Januari 2025
Malem Dagang (Tgk. Japakeh)
10 Maret 2024
HARI MAKAN MAKAN" ANTARA MUHIBBAH DAN DOSA
22 November 2023
Hama Tikus di Pidie Jaya Turun, Populasi Burung Hantu Meningkat
Banyak yang bertanya kepada saya, kenapa di Pidie Jaya khususnya wilayah, Meureudu, Meurah Dua, Ulim, dan Banda Dua banyak sekali tiang di tengah-tengah sawah
jawabannya adalah silahkan baca berita di:
https://www.kba.one/news/hama-tikus-di-pidie-jaya-turun-populasi-burung-hantu-meningkat/index.html
https://www.acehprov.go.id/berita/kategori/ekonomi/populasi-burung-hantu-di-pidie-jaya-meningkat-serangan-tikus-menurun
https://bandaaceh.pikiran-rakyat.com/aceh/pr-3367384765/peningkatan-populasi-burung-hantu-berhasil-tekan-serangan-tikus-di-pidie-jaya
https://marjinal.id/melawan-tikus-petani-pidie-jaya-andalkan-burung-hantu
Empat kelompok tani (Poktan) di tiga kecamatan di Pidie Jaya (Meureudu, Meurahdua, dan Ulim) secara aktif terlibat dalam pemeliharaan burung hantu. Pemeliharaan ini diinisiasi untuk menanggulangi serangan tikus pada tanaman padi yang pada saat itu semakin mengganas. Petani di Meurahdua dan Ulim membenarkan bahwa serangan tikus pada tanaman padi telah menurun seiring dengan peningkatan populasi burung hantu. Puluhan unit rumah burung hantu (Rubuha) kini tersebar di persawahan, menjadi tempat tinggal bagi burung hantu yang memangsa tikus antara 7-9 ekor dalam semalam. Para petani meminta kepada masyarakat agar tidak memburu atau menembak burung hantu jika ditemukan di sawah atau di pepohonan, termasuk di Rubuha yang tersebar di sekitar persawahan. Hasil pemeliharaan burung hantu terbukti efektif, dan serangan tikus yang sebelumnya menjadi ancaman serius bagi hasil panen, kini menurun secara signifikan. Pada masa sebelumnya, petani terpaksa menggunakan metode-metode ekstrem, seperti memasang arus listrik di sawah untuk menjerat tikus. Namun, penggunaan arus listrik ini tidak hanya merugikan ternak sapi tetapi juga menimbulkan kecelakaan fatal bagi beberapa warga yang tidak sengaja terinjak wayer berarus listrik yang lupa dimatikan. Meskipun petugas PLN telah memberikan larangan terhadap penggunaan arus listrik di sawah, beberapa petani awalnya tidak mengindahkannya. Namun, setelah menyadari risiko yang ditimbulkan, petani kini lebih memahami bahwa penggunaan arus listrik bukanlah solusi yang aman.
Demikian, semoga bermanfaat.


