-->

Makam Kuno Gamong Lueng Bimba

Makam Kuno Gamong Lueng Bimba
Situs makam kuno Lueng Bimba terletak di gampong Lueng Bimba Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Situs ini terletak pada koordinat 05' 15'06,7" ˚LU - 096' 16'27,0" ˚BT dan berada pada ketinggian 5 mdp. Masyarakat Lokal sendiri mengenal situs ini dengan komplek makam "Teungku Kumuneng". Beliau dipercaya sebagai seorang ulama di kawasan ini pada masa lampau. Namun, berdasarkan temuan batu nisan plang-pling tersebut, situs ini adalah situs tertua yang ditemukan di Pidie Jaya. Batu nisan tersebut kerap di asosiasikan dengan kawasan Lamuri di situs Lamreh - Aceh Besar yang merupakan wilayah independen di Aceh pada awal abad ke-16 Masehi. Hal ini diperkuat dengan penemuan ratusan batu nisan yang motifnya sama persis diantara kedua situs tersebut. Keberadaan batu nisan ini memiliki nilai yang sangat penting dalam merekonstruksi ulang sejarah Pidie Jaya sejak 600 tahun yang lalu dan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang sejarah perkembangan Islam dan kebudayaan masyarakat Pidie Jaya sejak awal abad ke-15 Masehi.

03 September 2015

WANITA ASAL SUMATRA UTARA MASUK ISLAM DI PIJAY

Tidak ada komentar :
MEUREUDU - Kristina Holen (34) gadis WNI keturunan Tionghoa asal Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, yang sebelumnya beragama Budha, Sabtu (1/8) malam memeluk agama Islam di Pidie Jaya.

kristina holen
Pensyahadatan sekaligus peusijuek (tepung tawar) dilakukan Tgk H Usman Ali atau lebih akrab disapa Abu Kuta Krueng, di Pesantren/Dayah Al-Munawwarah Ulee Gle, Kecamatan Bandardua. Menyusul beralihnya agama, kini namanya diganti menjadi Nurlaila Holen. Pengucapan dua kalimah syahadah yang ikut disaksikan keluarga dari kedua belah pihak termasuk calon suami dari Nurlaila bernama Sutrisno (29) anggota kepolisian Polres Pidie berpangkat Brigadir.

Kepada Serambi Sutrisno menyebutkan, antara dirinya dengan Nurlaila memang tidak asing lagi. Artinya, mereka yang sama-sama berasal dari Rantau Prapat-Labuhan Batu sudah saling kenal sebelumnya. “Hanya saja kala itu Kristina beragama Budha, sementara saya beragama Islam,” kata Sutrisno.

Nurlaila memeluk agama Islam, lanjut Sutrisno tidak ada paksaan dari siapa pun malainkan timbul dari hati sanubarinya sendiri sejak lama setelah ia secara rutin mengamati serta melihat warga muslim yang ada sekitarnya melaksanakan ibadah.

“Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya karena ia masuk Islam,” papar Brigadir Sutrisno. Menurut Sutrisno, keluarga Holen di kampung juga merestui gadis itu berpindah agama dengan memeluk Islam. Dengan demikian, kini tekad Sutrisno untuk menikahi gadis tersebut telah bulat dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Semoga saja menjadi keluarga Sakinah Mawaddah Warrahmah.(ag)
sumber : tribunnews

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih Komentarnya