-->

Makam Kuno Gamong Lueng Bimba

Makam Kuno Gamong Lueng Bimba
Situs makam kuno Lueng Bimba terletak di gampong Lueng Bimba Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Situs ini terletak pada koordinat 05' 15'06,7" ˚LU - 096' 16'27,0" ˚BT dan berada pada ketinggian 5 mdp. Masyarakat Lokal sendiri mengenal situs ini dengan komplek makam "Teungku Kumuneng". Beliau dipercaya sebagai seorang ulama di kawasan ini pada masa lampau. Namun, berdasarkan temuan batu nisan plang-pling tersebut, situs ini adalah situs tertua yang ditemukan di Pidie Jaya. Batu nisan tersebut kerap di asosiasikan dengan kawasan Lamuri di situs Lamreh - Aceh Besar yang merupakan wilayah independen di Aceh pada awal abad ke-16 Masehi. Hal ini diperkuat dengan penemuan ratusan batu nisan yang motifnya sama persis diantara kedua situs tersebut. Keberadaan batu nisan ini memiliki nilai yang sangat penting dalam merekonstruksi ulang sejarah Pidie Jaya sejak 600 tahun yang lalu dan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang sejarah perkembangan Islam dan kebudayaan masyarakat Pidie Jaya sejak awal abad ke-15 Masehi.

05 Juni 2009

SMA Negeri 1 Meureudu

2 komentar :
MEUREUDU – Kebijakan yang menurut pihak sekolah bertujuan bagus belum tentu diterima oleh masyarakat. Seperti di SMAN 1 Meureudu, misalnya, pimpinan sekolah mengutip Rp 1 juta per siswa jalur undangan USMU (ujian seleksi masuk universitas) yang disebut sebagai uang jaminan jika siswa bersangkutan tak memanfaatkan jalur non-SNMPTN itu.

Adanya kebijakan pengutipan uang jaminan sebesar Rp 1 juta per siswa di SMAN 1 Meureudu terungkap setelah sebagian besar siswa nominator USMU dari sekolah itu tak lulus jalur tersebut. Orangtua mereka protes dan meminta kembali uang yang telah diberikan. Kebijakan seperti itu dilaporkan telah terjadi bertahun-tahun di SMA Negeri 1 Meureudu. Menurut kabar, untuk tahun ini ada 19 orang siswa SMAN 1 Meureudu yang tidak lulus USMU.

Kepala Humas Unsyiah, A Wahab Abdi MSi yang dihubungi Serambi dari Meureudu, Rabu (3/6) menjelaskan, pihak Unsyiah tidak pernah meminta dan mengutip uang dari sekolah-sekolah terhadap undangan USMU. “Kami tidak tahu kalau ada pengutipan, mungkin itu kebijakan internal sekolah bersangkutan,” ujar Wahab Abdi.

Menurut Wahab, pihak Unsyiah hanya memberikan aturan bahwa kalau ada sekolah yang mengabaikan undangan USMU, maka sekolah tersebut tidak akan diberikan undangan USMU lagi selama dua tahun. Tujuan aturan itu, katanya, untuk mengingatkan sekolah dan siswa agar benar-benar memanfaatkan kesempatan undangan yang diberikan.

Kepala SMAN 1 Meureudu, Drs Anwar didampingi seorang guru di sekolah itu, Abdullah menyebutkan, jumlah alumni sekolah itu yang lulus USMU hanya enam orang. Rinciannya, Unimal Lhokseumawe tiga siswa, Undip dua siswa, dan IAIN Ar-Raniry satu siswa. Abdullah mengakui adanya pengutipan dana Rp 1 juta per siswa. Namun, uang itu telah dikembalikan sepenuhnya kepada siswa yang tidak lulus. “Itu uang jaminan, agar jangan sampai siswa lulus tidak mau kuliah. Kalau itu terjadi, sekolah ini akan kena denda tidak mendapatkan undangan USMU lagi,” ujar Abdullah.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pidie Jaya, A Jalil Samidan yang ditanyai Serambi juga mengakui pengutipan uang Rp 1 juta per siswa di SMA 1 Meureudu, dan itu adalah uang jaminan. “Tapi saya pastikan, tahun depan tidak ada lagi pengutipan seperti itu,” ujar Jalil yang juga mantan guru di SMAN 1 Meureudu.

Sumber dari Halaman Utama Harian Serambi Indonesia hari Kamis tanggal 4 Juni 2009

2 komentar :

  1. Male teuh oh tapike....
    han jra-jra le.........

    BalasHapus
  2. nyan keuh meunan hai ureueng munyo ka carong,
    ureueng gampong jitem peungeut

    nyoe ngon soe dan pat posisi?
    saeum meu turi mantong la beh

    BalasHapus

Terimakasih Komentarnya