-->

Makam Kuno Gamong Lueng Bimba

Makam Kuno Gamong Lueng Bimba
Situs makam kuno Lueng Bimba terletak di gampong Lueng Bimba Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Situs ini terletak pada koordinat 05' 15'06,7" ˚LU - 096' 16'27,0" ˚BT dan berada pada ketinggian 5 mdp. Masyarakat Lokal sendiri mengenal situs ini dengan komplek makam "Teungku Kumuneng". Beliau dipercaya sebagai seorang ulama di kawasan ini pada masa lampau. Namun, berdasarkan temuan batu nisan plang-pling tersebut, situs ini adalah situs tertua yang ditemukan di Pidie Jaya. Batu nisan tersebut kerap di asosiasikan dengan kawasan Lamuri di situs Lamreh - Aceh Besar yang merupakan wilayah independen di Aceh pada awal abad ke-16 Masehi. Hal ini diperkuat dengan penemuan ratusan batu nisan yang motifnya sama persis diantara kedua situs tersebut. Keberadaan batu nisan ini memiliki nilai yang sangat penting dalam merekonstruksi ulang sejarah Pidie Jaya sejak 600 tahun yang lalu dan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang sejarah perkembangan Islam dan kebudayaan masyarakat Pidie Jaya sejak awal abad ke-15 Masehi.

17 Maret 2009

PEMERINTAHAN PIDIE JAYA

Tidak ada komentar :
Selama Kabupaten Pidie Jaya terbentuk, kayaknya kurang pas denga sistem pemerintahannya kurang memuaskan bagi masyarakat. Setiap masyarakat yang datang ke kantor-kantor atau Dinas-dinas di Kabupaten Pidie Jaya kebanyakan mereka kecewa dengan pelayanan yang ada. Ini semua kemungkinan besar yang melayani masyarakat di kantor-kantor dan dinas-dinas di lingkungan Pidie Jaya kebanyakan dari lulusan SMA dan sederajat yang belum tahu tentang sistem pemerintahan dan pelayanan untuk masyarakat. Mengapa harus mereka yang bekerja di kantor-kantor dan dinas-dinas bahkan hampir semua badan Pemerintahan di Pidie Jaya. Sebenarnya masih banyak sarjana-sarjana yang lulusan perguruan tingga yang ternama di Aceh dan lebih berbakat dalam roda Pemerintahan. Mengapa tidak mereka saja yang bekerja untuk melayani masyarakat. Mungkin saja itu terjadi karena keluarga mereka yang sudah duluan menjabat menarik para sanak famili untuk menduduki posisi yang tak mungkin ia duduki ini. Mereka datang bukan untuk melayani masyarakat, tetapi untuk memarahi masyarakat, mereka datang bukan untuk bekerja, tetapi hanya untuk ngopi saja. Dengan sistim seperti ini jangan heran kalau masa depan pemerintahan seperti ini akan membuat Pidie Jaya hancur kedepannya. maaf jika ada yang terssinggung dengan komentar ini, saya sebagai salah satu dari sekian ribu masyarakat di Pidie Jaya yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan di salah satu dinas di Meureudu Pidie Jaya. Jadi saya wajib untuk mengkritik secara tidak langsung para Pegawai yang selalu melayani masyarakat dengan cara seperti itu.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih Komentarnya